Sabtu, 02 September 2023

NGAJI KITAB HIKAM

ALLAH SWT YANG MENENTUKAN, KAPAN KAU WUSHUL (SAMPAI) KEPADANYA

Syekh Ibnu Atha’illah dalam kitab Al-Hikam, dengan syarah oleh Syekh Abdullah Asy-Syarqawi

“Jika engkau yakin bahwa kau hanya akan sampai kepada Allah setelah lenyapnya semua keburukanmu dan sirnanya semua hasratmu, maka engkau selamanya tak akan sampai kepada-Nya. 

Tetapi, jika Dia menghendakimu sampai kepada-Nya, Dia akan menutupi sifatmu dengan sifat-sifat-Nya dan watakmu dengan watak-Nya, Dia membuatmu sampai kepada-Nya dengan kebaikan yang diberikan-Nya kepadamu, bukan dengan kebaikan yang kau persembahkan kepada-Nya.”

—Syekh Ibnu Atha’illah dalam kitab Al-Hikam.

Syekh Abdullah Asy-Syarqawi menjelaskan bahwa engkau tak akan sampai kepada-Nya sekalipun kau melakukan riyadhah (olah batin) dan mujahadah berusaha menghilangkan aib dan semua keinginan yang tak layak bagimu, seperti keinginan untuk meraih kekuatan, kehormatan, kekayaan,dan kekuasaan. 

Itu adalah sifat-sifat inti dan watak yang sudah melekat pada seorang hamba dan tak dapat terlepas darinya. Wushul (sampai) kepada Allah adalah anugerah-Nya yang diberikan kepadamu, bukan karena usahamu sendiri.

Hal ini pernah diisyaratkan Allah dalam sebuah hadis Qudsi: 

“Hamba-hamba-Ku terus mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah sampai Aku mencintainya. Dan, jika Aku mencintainya, Aku akan menjadi pendengarannya yang digunakannya untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang digunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang digunakan untuk memukul, dan menjadi kakinya yang digunakan untuk berjalan.”

Syekh Asy-Syadzili mengatakan: 

“Seorang wali tidak pernah sampai (wushul) kepada Allah selama dia memiliki syahwat, keinginan, dan pilihan. Walaupun Allah sudah memberi jalan baginya, dia tetap tidak akan sampai kepada-Nya. 

Namun, jika Allah menginginkan untuk mendekatkan hamba itu kepada-Nya, Dialah yang akan mengaturnya, yaitu dengan menampakkan sifat-sifat-Nya yang tinggi dan suci sehingga akan menghilangkan sifat-sifat hamba-Nya yang buruk. Saat itu, hamba tersebut tidak lagi memiliki keinginan dan pilihan, kecuali yang dipilihkan dan diinginkan Al-Haqq.”

Ngaji Kitab Tanbihul Ghofilin

Bab :  keutamaan bekerja 

قال الفقيه ابو الليث السمرقندي رضى الله عنه حدثنا محمد بن داود حدثنا محمد بن جعفر حدثنا ابراهيم بن يوسف حدثنا قبيصة عن سفيان عن الحجاج بن فرافصة عن مكحول عن ابي هريرة رضي الله تعالى عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم انه قال

Al faqih abu allaist as samarqondi r, a berkata  hadasana muhammad bin dawud hadasana muhammad bin ja'far hadasana ibrohim bin yusuf hadasana qobishoh dari sufyan dari Al hajaj 

Bin farofashah dari makhul  dari abu Hurairah  r, a dari baginda nabi SAW bersabda : 

 من طلب الدنيا حلالا استعفافا عن المسئلة واسعا على اهله وتعطفا على جاره بعثه الله يوم القيامة ووجهه كالقمر ليلة البدر 

barang siapa mencari dunya yang halal karena menjaga dari meminta minta membuat longgar pada keluarganya dan kasihan kepada tetangganya  maka Alloh akan membangkitkan  di hari kiamat  wajahnya seperti bulan purnama. 

 ومن طلب الدنيا حلالا مكاثرا مفاخزا مرائيا لقى الله تعالى يوم القيامة وهو غضبان. 

Barang siapa mencari dunya yang halal yang banyak karena sombong dan pamer  orang itu akan bertemu Alloh di hari kiamat  dan Alloh murka kepada orang itu.

NGAJI KITAB HIKAM

ALLAH SWT YANG MENENTUKAN, KAPAN KAU WUSHUL (SAMPAI) KEPADANYA Syekh Ibnu Atha’illah dalam kitab Al-Hikam, dengan syarah oleh Syekh Abdullah...