Minggu, 30 April 2023

Koneksi Antar Materi Modul 3.1

Assalaamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh.

Salam dan Bahagia,

Perkenalkan saya Suprapto, dari SMPN 2 Jakarta, Calon Guru Penggerak Angkatan 7 tahun 2023. Pada kesempatan ini saya ingin berbagi informasi tentang pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai seorang pemimpin. Namun sebelumnya saya kutipkan kalimat bijak berikut ini untuk menjadikan renungan bagi kita bersama.

“Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”

(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best)

 Bob Talbert

Dari kutipan di atas, apa kaitannya dengan proses pembelajaran yang sedang Anda pelajari saat ini?

Dari kutipan tersebut terdapat makna bahwa segala sesuatu harus dipelajari dari hal yang paling mendasar/utama. Dalam materi pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin, hal yang paling mendasar yang perlu dipelajari adalah terkait dengan etika. Etika akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan karena bersumber dari nilai-nilai kebajikan universal. Selain nilai kebajikan, dasar dari pengambilan keputusan adalah berpihak pada murid dan harus bertanggung jawab, sehingga Ketika dasar pengambilan keputusan sudah dikuasai, maka permasalahan apapun akan lebih mudah dan lebih terarah dalam menemukan solusi permasalahan dan pengambilan keputusannya.

Bagaimana nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang kita anut dalam suatu pengambilan keputusan dapat memberikan dampak pada lingkungan kita?

Nilai-nilai atau prinsip-prinsip yang dianut dalam pengambilan keputusan diantaranya berpikir berbasis hasil akhir, berbasis peraturan dan berbasi rasa peduli. Ketiganya disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang terjadi. Apapun prinsip yang dianut, tetap harus bersumber dari nilai-nilai kebajikan universal, sesuai dengan dasar pengambilan keputusan. Dengan mengacu pada prinsip dan nilai yang sesuai, maka kita akan mengambil keputusan yang lebih adil, bijaksana dan berpihak pada murid sehingga akan memberikan dampak yang positif bagi lingkungan tempat kita berada.

Bagaimana anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran dapat berkontribusi pada proses pembelajaran murid, dalam pengambilan keputusan anda?

Sebagai pemimpin pembelajaran, kita harus senantiasa peka terhadap segala persoalan yang terjadi, dan mampu mengatasinya dengan baik, serta mampu memberikan kontribusi bagi peserta didik dimana dalam setiap pengambilan keputusan harus berpihak kepada murid yang berlandaskan pada nilai-nilai kebajikan. Hal ini sesuai dengan dasar pengambilan keputusan diantaranya berpihak pada murid, bersumber pada nilai-nilai kebajikan dan harus bertanggungjawab, maka secara tidak langsung, kita telah memberikan contoh teladan kepada murid cara pengambilan keputusan yang tepat yang adil, arif dan tidak subjektif. Jadi seorang pendidik senantiasa berupaya untuk menanamkan karakter dengan menjunjung nilai-nilai kebajikan universal dan selalu memperhatikan kebutuhan setiap peserta didik.

Education is the best art of making man ethical

Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berprilaku etis.

-Georg Wilhelm Friedrich Hegel-

 

Menurut Anda, apakah maksud dari kutipan ini jika dihubungkan dengan proses pembelajaran yang telah Anda alami di modul ini? Jelaskan pendapat Anda!

Maksud kalimat tersebut adalah pengambilan keputusan merupakan seni keterampilan yang membutuhkan kejelian dan kepiawaian dalam melakukannya, semakin sering melakukannya maka semakin terlatih, fokus dan tepat sasaran. Sesulit apapun keputusan yang harus diambil untuk permasalahan yang sama-sama benar.

Rangkuman Kesimpulan Pembelajaran (Koneksi Antarmateri)

1.      Bagaimana filosofi Ki hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?

Semboyan yang dicetuskan oleh KHD yang sampai saat ini masih menjadi landasan berpijak bagi pendidik adalah Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangun karsa, Tut Wuri Handayani, yang artinya didepan menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan. seseorang ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat. Tut Wuri Handayani, seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Kemudian kaitannya dengan penerapan pengambilan keputusan yaitu Pertama proses pengambilan keputusan yang dilakukan seorang pemimpin harus dapat memberikan contoh/teladan yang baik bagi yang dipimpinnya. Kedua hasil keputusan harus mampu membangkitkan semangat untuk terus melakukan inovasi dalam melakukan pengambilan keputusan yang berpihak pada murid. Ketiga seorang pemimpin harus terus memberikan motivasi/bimbingan saat melakukan proses pengambilan keputusan agar diperoleh hasil sesuai yang diharapkan.

2.      Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Tingkah laku dan tutur kata seseorang merupakan cerminan dari nilai-nilai yang tertanam dalam diri seseorang tersebut. Hal ini akan berpengaruh terhadap prinsip-prinsip yang diambil ketika seseorang tersebut akan mengambil keputusan. Nilai- nilai yang tertanam pada guru penggerak diantaranya berpihak pada murid, mandiri, kreatif, inovatif, kolaboratif dan nilai kebajikan lainnya seperti kasih sayang, integritas dan tanggung jawab juga akan sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan tentunya disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang terjadi. Sebuah keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan. Melalui sikap tanggung tanggung jawab dari dalam diri, sebuah keputusan yang kita ambil akan mencerminkan bagaimana prinsip diri kita berdasarkan ketiga prinsip pengambilan keputusan, sehingga akan mendorong terwujudnya wellbeing dalam lingkungan sekolah.

3.      Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masikah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.

Kegiatan coaching (bimbingan) yang diberikan pendamping/fasilitator dapat menjadi bekal dalam melakukan proses pengujian keputusan secara bertahap menggunakan 9 langkah pengambilan keputusan dan pengujian keputusan. Coaching dilakukan dengan memenuhi kompetensi inti diantaranya kehadiran penuh, mendengarkan aktif dan mengajukan pertanyaan berbobot. Saat melakukan pengujian keputusanpun sebaiknya menggunakan kompetensi inti coaching tersebut, sehingga kita dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya dari permasalahan yang ditemui. Pengambilan keputusan menggunakan 9 langkah pengujian akan efektif jika diimbangi dengan pendekatan coaching dan dilakukan dengan kolaboratif dengan berbagai  pihak.

4.      Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan khususnya masalah dilema etika?

Setiap kita mengambil keputusan harus dilakukan dalam kondisi kesadaran penuh. Dalam kondisi kesadaran penuh maka kita akan hadir sepenuhnya dan menyadari keadaan terkini serta memberikan respons yang paling tepat dalam keadaan apapun.

Pada saat seorang guru harus mengambil keputusan yang dilematis, maka kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya sangat diperlukan. Dengan kemampuan ini guru akan mampu memahami apa yang dirasakan, memunculkan empati, memahami situasi yang terjadi, mencari tahu apa yang terjadi dan mau mendengarkan dengan penuh perhatian. Dengan kemampuannya tersebut guru akan dapat merespon dengan tepat kondisi yang ada sehingga dapat mengambil keputusan yang terbaik.

5.      Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

Hal yang pertama dilakukan dalam pembahasan studi kasus masalah moral atau etika adalah mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan yaitu dengan mengidentifikasi apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi itu? Bila jawabannya adalah iya, maka situasi yang ada bukanlah antara benar lawan benar (dilema etika), melainkan antara benar lawan salah (bujukan moral).

Bila situasi yang dihadapi adalah dilema etika, dan tidak ada aspek pelanggaran hukum di dalamnya maka kita perlu menentukan kasus ini masuk paradigma yang mana? Selanjutnya memilih prinsip penyelesaian dilema, investigasi opsi trilemma, dan membuat keputusan.

6.      Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman?

Setiap keputusan yang diambil selalu ada konsekuensinya. Dalam kasus dilema etika apapun keputusannya tidak ada keputusan yang dapat memuaskan semua pihak sehingga akan selalu ada pihak yang pro dan kontra. Pengambilan keputusan yang tepat yang berdasarkan pada nilai-nilai kebajikan universal, berpihak pada murid dan bertanggung jawab terhadap segala konsekuensi dari keputusan yag diambil akan meminimalisir dampak negatif dari keputusan tersebut, sehingga akan berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

7.      Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigama di lingkungan Anda?

Pengambilan keputusan yang dilakukan berlandaskan atas tiga prinsip penyelesaian dilema, yaitu berpikir berbasis hasil akhir, berpikir peraturan ataukah berpikir berbasis rasa peduli. Pemilihan prinsip tersebut tentunya disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Meskipun setiap keputusan pasti ada resiko pro dan kontra, namun hal ini menjadikan salah satu tantangan tersendiri. Tantangan yang saya hadapi dalam pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus yang sifatnya dilema etika diantaranya adalah adanya pemikiran dari tiap individu atau kelompok yang bersebrangan. Dalam sekolah pasti terdapat kelompok pemangku kebijakan di sekolah, seharusnya semua ekosistem yang ada di sekolah saling berkolaborasi untuk mewujudkan tujuan bersama. Dalam benturan antar kelompok sangat berkaitan dengan perubahan paradigma dilingkungan sekolah yaitu individu lawan kelompok, rasa keadilan  lawan rasa kasihan dan kebenaran lawan kesetiaan serta jangka pendek lawan jangka Panjang.

8.      Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

Pengaruh pengambilan keputusan dengan pengajaran memerdekakan murid-murid kita adalah terciptanya merdeka belajar. Dengan merdeka belajar, murid bebas mencapai kesuksesan, kebahagian sesuai minat dan potensinya tanpa ada paksaan dan tekanan dari pihak manapun. Hal ini diharapkan murid-murid akan sukses dengan bidangnya masing-masing, bahagia karena sesuai denga apa yang diinginkannya dan bertanggung jawab akan apa yang menjadi pilihannya.. Penggunaan model pembelajaran berdiferensiasi akan mampu mengakomodir kebutuhan setiap siswa sesuai dengan bakat dan keahliannya. Guru hanya sebagai fasilitator dan pembelajaran terpusat pada murid, dengan didukung pada penerapan secara eksplisit maupun implisit KSE yang akan semakin memperkuat dan mempertajam wujud nyata dalam memfasilitasi dan mengasah keterampilan social emosional murid-murid kita.

9.      Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Dalam mengambil keputusan, seorang pemimpin pembelajaran harus mempertimbangkan berbagai macam kemungkinan yang terjadi, termasuk menyangkut masa depan murid. Oleh karena itu perlu kehati-hatian dalam mengambil keputusan dengan melakukan pengujian sesuai dengan langkah-langkah yang sistematis disesuaikan dengan paradigma dan prinsip yang tepat. Selain itu keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin pembelajaran pasti akan membawa dampak, baik jangka panjang maupun pendek bagi murid-murid. Hal yang sudah kita putuskan akan terekam menjadi role model tentang apa dan bagaimana kelak murid-murid berpikir dan bertindak. Bagaimana mereka mengambil keputusan di masyarakat di kemudian hari. Gambaran ini menjadikan dasar bahwa pengambilan keputusan oleh seorang pendidik harus tepat, benar dan bijak melalui analisis dan pengujian yang mendalam atas benar salahnya sehingga akan menjadikan pengambilan keputusan kita akurat dan teruji.

10.   Apakah kesimpulan akhir yang dapat anda Tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebekumnya?

Kesimpulan akhir yang saya peroleh dari pembelajaran materi ini dan keterkaitannya dengan modul sebelumnya bahwa pengambilan keputusan merupakan suatu kompetensi atau skill yang harus dimiliki oleh guru sebagai pendidik. Sebagai pendidik maupun pemimpin pembelajaran kita perlu memiliki ketrampilan dalam mengambil keputusan yang berdasarkan nilai-nilai kebajikan universal. Pemahaman tentang filosofi pendidikan dari KHD serta nilai-nilai yang kita miliki akan berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan. Kemampuan kita dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosional juga akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika.

Sebagai pendidik kita tentu pernah mengalami kasus dilema etika di kelas. Fakta bahwa murid-murid kita memiliki karakteristik yang beragam, dengan keunikan, kekuatan dan kebutuhan belajar yang berbeda, tentunya perlu direspon dengan tepat. Pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu opsi pengambilan keputusan untuk memenuhi kebutuhan belajar murid yang berbeda-beda tersebut. Untuk menguji pengambilan keputusan yang telah kita ambil, Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Kita bisa melakukan sesi percakapan ‘coaching’.

Agar keputusan yang diambil dapat memberikan kemanfaatan untuk banyak orang, mampu mengantarkan pada lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman dan dapat dipertanggungjawabkan, maka harus dilakukan berdasarkan   pada 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengujian dan pengambilan keputusan.

11.   Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu : Dilema  etika dan bujukan moral, 4 paradiggma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

Perbedaan mendasar antara dilema etika dan bujukan moral dapat dilihat dari kedua pilihan kasusnya. Jika kedua pilihan sama-sama benar maka termasuk kedalam dilema etika, namun jika salah satu benar dan yang lain salah maka termasuk kedalam bujukan moral.

Terdapat 4 paradigma dilema etika antara lain individu lawan kelompok, rasa keadilan lawan rasa kasihan, kebenaran lawan kesetiaann, dan jangka pendek lawan jangka Panjang.

Terdapat 3 prinsip dalam pengambilan keputusan yaitu berpikir berbasis hasil akhir, berpikir berbasis peraturan dan berpikir berbasis rasa peduli.

9 langkah pengambilan keputusan diantaranya yaitu 1) Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan, 2) Menentukan siapa saja yang terlibat, 3) Mengumpulkan fakta-fakta yang relevan, 4) Pengujian benar atau salah yang didalamnya terdapat uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji halaman depan koran, uji keputusan panutan /idola, 5) Pengujian paradigma benar lawan benar, 6) Prinsip pengambilan Keputusan, 7) Investigasi Opsi trilemma, 8) Buat keputusan, 9) Tinjau lagi keputusan anda dan refleksikan.

Hal-hal yang menurut saya diluar dugaan bahwa ternyata dalam pengambilan keputusan bukan hanya didasarkan pada pemikiran dan pertimbangan semata, namun sangat diperlukan adanya paradigama, prinsip dan langkah-langkah pengujian pengambilan keputusan agar keputusan yang diambil tepat sasaran dan bermanfaat untuk orang banyak. Disamping itu secara personal dalam pengambilan keputusan diperlukan satu sikap keberanian dengan segala konsekwensinya, serta bahwa dalam pengambilan keputusan memiliki keterkaitan dengan modul lain yang sudah dipelajari sebelumnya.

12.   Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya denga apa yang Anda pelajari di modul ini?

Sebelum mempelajari modul ini saya pernah mengambil keputusan dengan situasi dilema etika, namun sebelumnya saya tidak mengetahui adanya tahapan dalam pengujian dan pengambilan keputusan, sehingga keputusan langsung diambil tanpa mempertimbangkan hal-hal lain yang mungkin terjadi. Saat mempelajari modul ini, ternyata sebelum mengambil keputusan perlu adanya penentuan paradigma, prinsip dan menjalankan 9 langkah pengujian dan pengambilan keputusan.  

13.   Bagaimana dampak memepelajri konsep ini buat Anda, perubahan apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran ini?

Konsep yang sudah saya pelajari di modul ini memberikan dampak yang besar bagi pola pikir saya. Sebelumnya saya berpikir bahwa pengambilan keputusan yang telah didasarkan regulasi  saja sudah cukup, ternyata banyak hal yang menjadi dasar pengambilan keputusan.

14.   Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi anda sebagai seorang individu dan anda sebagai seorang pemimpin?

Materi modul 3.1 ini sangatlah penting dan bermakna, karena dimanapun dan sebagai apa peran kita pasti akan menjumpai permasalahan yang dituntut untuk mengambil keputusan.

Sebagai seorang individu topik dalam modul ini memberikan pelajaran bahwa memahami pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan perlu dilakukan dengan alur yang jelas dan terukur, dan langkah awal paling penting adalah megidentifikasi masalah tersebut termasuk dalam bujukan moral atau dilema etika sehingga memudahkan arah dan tujuan pengambilan keputusan agar tidak membuat kita terjebak dalam kondisi yang salah dalam pengambilan keputusan.

Sebagai seorang pemimpin pengambilan keputusan harus mendasarkan yaitu berpihak pada murid, berdasarkan nilai-nilai kebajikan dan bertanggung jawab terhadap segala konsekuensi dari keputusan yang diambil. Setiap pengambilan keputusan yang dilakukan pemimpin akan merefleksikan integritas sekolah tersebut, nilai-nilai apa yang dijunjung tinggi oleh sekolah tersebut, dan keputusan-keputusan yang diambil kelak akan memjadi rujukan atau teladan bagi seluruh warga sekolah dan lingkungan sekitarnya.   

Demikian koneksi antar materi yang saya paparkan, tentu masih banyak kekurangan dan keterbatasan saya untuk itu saran dan masukan dari bapak-ibu sangat kami harapkan. Terimakasih.

Sekian dan terima kasih

Salam guru hebat.

NGAJI KITAB HIKAM

ALLAH SWT YANG MENENTUKAN, KAPAN KAU WUSHUL (SAMPAI) KEPADANYA Syekh Ibnu Atha’illah dalam kitab Al-Hikam, dengan syarah oleh Syekh Abdullah...